make
every second
count
titish!

recently
Proofreading
Foucault's Pendulum
Umberto Eco
Reading
Best Kept Secrets
Sandra Brown
Receiving
Pasar Apung
from: Indonesia
Sending
Laugh Out Loud Each Day
to: Taiwan
Watching
Paranormal Activity
foot prints

paste html code

chatter box


Titish's bookshelf: read

Detektif Conan Vol. 62
Hai Miiko! 22
Filsafat Dunia Matematika: Pengantar untuk Memahami Konsep-konsep Matematika
Rp 2 Jutaan Keliling Vietnam dalam 15 Hari
SuperMiring Family
Mengenal Masyarakat Belanda
Panduan Hemat Keliling Australia
malu bertanya (bisa) sesat pikiran
The Joy Luck Club; Perkumpulan Kebahagiaan dan Keberuntungan
Eurotrip: 15 Hari Jelajahi 5 Negara 9 Kota
Secret Princess
Panduan Hemat: Keliling Amsterdam, Brussel, Paris, Luxemburg & Trier
Detektif Conan Vol. 61
The Unbearable Lightness of Being
Manusia Ulang-Alik: Biografi Umar Kayam
Detektif Conan Spesial Vol. 35
Kota Antah Berantah
Rp2 Juta Keliling Thailand, Malaysia, & Singapura
Lukisan Hujan
Detektif Conan Vol. 60


Titish AK's favorite books »
}
Wednesday, August 10, 2011 @ 1:34 AM
Fun Facts about Utrecht (1): Rietveld Schröder House
Oke, kurang adil rasanya saya menyebut-nyebut lebih suka Leiden daripada Utrecht tanpa mengeksplorasi Utrecht terlebih dahulu. Oleh karena itu, saya akan mencoba menulis beberapa hal menarik yang saya temui di Utrecht. Berhubung saya harus segera mengerjakan tugas kedua yang ditumpuk besok, rasanya bagian Fun Facts about Utrecht ini harus saya tulis dalam bentuk serial. Enjoy the first part! :)

***

Tugas pertama yang harus kami lakukan tidak hanya cukup dengan berjalan-jalan, kami juga harus mempresentasikannya di kelas. Dalam rangka mengerjakan slide presentasi tersebut, kami berkumpul di asrama Nicola & Gabriella: University College Utrecht. Mereka selalu berjalan dari asrama ke kampus (kawasan Drift) vice versa jadi 'katanya' sih dekat sehingga saya oke2 saja diajak berjalan kaki rame-rame, tapi ternyata ... jarak itu memang relatif ya -_-" Untungnya setelah melewati pinggir pertokoan yang seakan tak kunjung usai, kami segera didinginkan dengan pemandangan Wilhelmina Park yang menenangkan ....

(skyskrapercity.com)

Begitu Wilhelmina Park terlewati, kami menyusuri jalan bernama Prins Hendriklaan dan Nicola kemudian bercerita tentang salah satu bangunan di jalan ini yang masuk ke dalam daftar World Heritage Sites - Unesco. Sambil terus berjalan saya dan Emily disuruh menebak bangunan yang manakah itu? Pada awalnya itu tebakan yang sulit karena sepanjang jalan itu berisi rumah-rumah antik nan cantik yang rasanya pantas-pantas saja masuk daftar WHS itu. Kemudian tebakan menjadi lebih mudah ketika ada cukup banyak orang berfoto-foto di depan rumah di ujung jalan. Rumahnya kayak apa justru belum kelihatan, tapi Nicola mengiyakan ketika saya dan Emily menunjuk bangunan di ujung jalan itu (berdasarkan adanya kerumunan orang). Siapa sangka setelah dilihat lebih lanjut rumahnya 'cuma' kayak gini???

Rietveld Schröder House

Come on, Belanda cuma punya 9 Unesco WHS (hasil googling kemudian) dan salah satunya 'cuma' kayak gini?? xD Setelah Nicola menjelaskan bahwa itu dibangun di tahun 1920-an (sliding walls in 1924!), saya pikir itu mulai masuk akal. Tapi kalau mau jujur, saya lebih terkesima dengan asramanya si Nicola daripada dengan si Rietveld Schröder House. Ini dia bentuknya ...


Bandingkan dengan asrama saya! Ngeces2 saya+Emily melihatnya x)

Labels:

0 attention(s)
monthly archive

December 2006 January 2007 February 2007 March 2007 April 2007 May 2007 June 2007 July 2007 August 2007 September 2007 October 2007 November 2007 December 2007 January 2008 February 2008 April 2008 May 2008 June 2008 July 2008 August 2008 September 2008 October 2008 November 2008 January 2009 February 2009 March 2009 May 2009 June 2009 July 2009 August 2009 October 2009 December 2009 January 2010 February 2010 April 2010 May 2010 June 2010 July 2010 November 2010 February 2011 June 2011 July 2011 August 2011 September 2011 October 2011 November 2011 February 2012
recent entries

Doa Itu Harus Eksplisit Maen ke Leiden Di Belanda dengan Jilbab di Kepala Hura-Hura dengan Makanan Indonesia Beneluxlaan Life Begins at the End of Your Comfort Zone Tanggal Sembilan Bulan Keenam Silam Bike to Eat #1: Mangut Lele Nasi Jaya Jangan Menulis Skripsi, Titish (Un)used Stamps