Showing posts with label condolence. Show all posts
Showing posts with label condolence. Show all posts

Saturday, November 10, 2007

Obituary: Ipus

Lagi di warnet nih... Setelah dipikir-pikir, kok saya ke-PD-an amat ya lagi kayak begini (baca: mata bengkak kebanyakan nangis) tetep nekat keluar rumah! Dan begitu buka FS... Titish pun nyaris menangis di warnet untuk yang ke sejuta satu kalinya. Disambut fotonya Ipus. Kangeennnn~ T_T



Ya gitu deh, Ipus menyerah kemarin. Setelah sekitar tiga hari sakit mboh lah apa itu masih nggak jelas. Bed-cover yang dia muntahi bahkan belum kering dari jemuran. Nyesekkk, karena saya yang nemenin dia di saat-saat terakhir dan bener-bener lihat dia menghembuskan nafas terakhirnya setelah sebelumnya mengejang sambil teriak-teriak kayak pengen ngucapin selamat tinggal gitu. Aaargh, sik mau nangis dulu xp

Jadi inget sekitar dua tahun yang lalu, saya juga yang lihat dia pertama kali di depan rumah lagi ngetuk-ngetuk jendela sambil loncat-loncat, ngeong-ngeong dengan tatapan-minta-dipelihara. Waktu itu dia masih kecilll banget, masih bisa tiduran di lehernya si mas. Duh, kucing yang paling lama di rumah nih, paling deket. Baekk banget, nggak pernah mau nyolong. Nakal dikit tapi lucu. Kalau saya bilang sih kucing yang punya karakter. Cool! Kayak yang punya, haha... Papah sama Mamah yang nggak suka kucing aja sayang sama dia.

Puss, bobok yang tenang di alam sana yaa... Makasihhh buat semuanya... :)

PS: Lagu yang diputer kenapa pas Big Girls Don't Cry sih? Hueee... :((

Wednesday, July 18, 2007

Obituary: Pongky



Telah meninggal dunia dengan tidak tenang:

Pongky Hardjatmo a.k.a Pongky

Seekor pong-pongan yang tidak diketahui jenis kelaminnya, yang menjadi anggota keluarga kami setelah ditemukan di tumpukan pasir di pojokan depan rumah. Ditemukan dalam keadaan tak bernyawa setelah beberapa hari menghilang dan kemudian jatuh dari lantai dua dengan cangkang yang hancur berkeping-keping. Pongky sempat bertahan sementara kelangsungan hidupnya terus diperjuangkan dengan menyatukan kembali cangkangnya menggunakan lem dan juga berkonsultasi intensif dengan seorang ahli Biologi UGM berinisial LNI. Setelah mengeluarkan cairan berbusa dari mulutnya, akhirnya Pongky wafat dengan mengeluarkan bau yang sangat tidak sedap. Jenazah Pongky telah dimakamkan di bawah pohon nangka depan rumah, mendampingi makam-seekor-kucing-kuning yang telah mendahuluinya menjadi penyubur pohon nangka tersebut.

Kami yang berduka cita:

- Titish (yang mengubur jenazah Pongky dan tetep sayang sama Pongky walau pernah dicapit Pongky)
- Kakaknya Titish (yang sering mengeloni Pongky dan sudah berusaha menyatukan cangkangnya Pongky)
- Adeknya Titish (yang rajin ngasih air ke dalam baskom Pongky)
- Papahnya Titish (yang menemukan Pongky di pojokan depan rumah)
- Mamahnya Titish (yang lebih suka Pongky daripada Ipuzz)
- Ipuzz (yang menunjukkan sayangnya ke Pongky dengan tidak pernah mencoba untuk memakan Pongky)
- Mbak Erni (yang masakin kubis buat ditaruh di baskom Pongky *meski nggak dimakan sama Pongky*)
- LNI (yang memberikan konsultasi gratis ketika Pongky meregang nyawa)
- Tiara, Dyah, Icha, dll (yang mau mendengarkan cerita-cerita Titish tentang Pongky)

Mohon doa semoga arwah Pongky diterima di sisi Allah SWT. Amien.

Friday, May 25, 2007

Speechless

Saya punya saudara jauh yang tinggal di Bandung.

Kemarin rumahnya dirampok dan anak perempuannya yang sedang di rumah sendirian karena masih libur pascaujian akhir SMA, mati dibunuh sama perampoknya itu.

*......................................................................*