make
every second
count
titish!

recently
Proofreading
Foucault's Pendulum
Umberto Eco
Reading
Darren Shan #4
Vampire Mountain

Darren Shan
Receiving
Colourful Bird
from: Republica Dominicana
Sending
World Cup Fever
to: Switzerland
Watching
The Artist
foot prints

paste html code

chatter box


Titish's bookshelf: read

Detektif Conan Vol. 62
Hai Miiko! 22
Filsafat Dunia Matematika: Pengantar untuk Memahami Konsep-konsep Matematika
Rp 2 Jutaan Keliling Vietnam dalam 15 Hari
SuperMiring Family
Mengenal Masyarakat Belanda
Panduan Hemat Keliling Australia
malu bertanya (bisa) sesat pikiran
The Joy Luck Club; Perkumpulan Kebahagiaan dan Keberuntungan
Eurotrip: 15 Hari Jelajahi 5 Negara 9 Kota
Secret Princess
Panduan Hemat: Keliling Amsterdam, Brussel, Paris, Luxemburg & Trier
Detektif Conan Vol. 61
The Unbearable Lightness of Being
Manusia Ulang-Alik: Biografi Umar Kayam
Detektif Conan Spesial Vol. 35
Kota Antah Berantah
Rp2 Juta Keliling Thailand, Malaysia, & Singapura
Lukisan Hujan
Detektif Conan Vol. 60


Titish AK's favorite books »
}
Sunday, August 07, 2011 @ 9:18 PM
Hura-Hura dengan Makanan Indonesia
apple strudel (1,5 Euro) > terlalu manis

burger ayam (2,75 Euro) > agak hambar

Makanan terenak yang saya makan selama empat hari pertama di sini adalah mie gelas yang saya bawa dari Indonesia -_-" Sampai saya menemukan ini:

senengnya pas bayar di kasir bisa ngomong: "Meja tiga belas!" :D



Di sini makanan Indonesia terkenal enak sehingga dibandrol mahal. Kesemua restoran nan mahal itu pun belum tentu asli Indonesia. Kadang nama Indonesia dicatut untuk restoran yang aslinya berasal dari Thailand, misalnya. Mesti pinter milih-milih mana restoran Indonesia yang enak dan mana yang hasil catutan.


Beruntung saya bertemu Bu Kiki Kushartanti, dosen Linguistik UI yang saya ajak ketemuan di Utrecht sini. Toko Mitra ini merupakan rekomendasi dari beliau, letaknya di Lange Viestraat, cukup dekat dengan kampus. Di Toko Mitra saya memesan es kelapa muda dan tahu telor met lontong yang sudah disesuaikan dengan porsi bule. Saya cuma berhasil menghabiskan separo dan sisanya saya bungkus pulang alias meenemen (take away).

tahu telor met lontong (6,5 Euro + 1,35 Euro = 7,85 Euro)

Es kelapa muda basa-basi (2,1 Euro)

Tahu telornya enaaak, tapi es kelapa mudanya agak mengecewakan, mungkin karena saya udah keburu berharap bakal disodori kelapa utuh tinggal ngerok sendiri gitu, hehe. Meskipun tetep nggak bisa dibandingin sama yang di negeri sendiri, ini adalah makanan terenak dan TERMAHAL yang saya makan di sini. Toko Mitra juga berjualan pop mie, indomie, dan bahan-bahan makanan lain yang sangat familiar di Indonesia. Jadi bukan hal mustahil lagi kalau saya ingin memasak makanan Indonesia seautentik mungkin di asrama. 

Should I?

Labels:

2 attention(s)
monthly archive

December 2006 January 2007 February 2007 March 2007 April 2007 May 2007 June 2007 July 2007 August 2007 September 2007 October 2007 November 2007 December 2007 January 2008 February 2008 April 2008 May 2008 June 2008 July 2008 August 2008 September 2008 October 2008 November 2008 January 2009 February 2009 March 2009 May 2009 June 2009 July 2009 August 2009 October 2009 December 2009 January 2010 February 2010 April 2010 May 2010 June 2010 July 2010 November 2010 February 2011 June 2011 July 2011 August 2011 September 2011 October 2011 November 2011 February 2012 March 2012
recent entries

Beneluxlaan Life Begins at the End of Your Comfort Zone Tanggal Sembilan Bulan Keenam Silam Bike to Eat #1: Mangut Lele Nasi Jaya Jangan Menulis Skripsi, Titish (Un)used Stamps PLN Mustajab De Koelies in Deli Stars in A Jar Layar Tancep