make
every second
count
titish!

recently
Proofreading
Foucault's Pendulum
Umberto Eco
Reading
Best Kept Secrets
Sandra Brown
Receiving
Pasar Apung
from: Indonesia
Sending
Laugh Out Loud Each Day
to: Taiwan
Watching
Paranormal Activity
foot prints

paste html code

chatter box


Titish's bookshelf: read

Detektif Conan Vol. 62
Hai Miiko! 22
Filsafat Dunia Matematika: Pengantar untuk Memahami Konsep-konsep Matematika
Rp 2 Jutaan Keliling Vietnam dalam 15 Hari
SuperMiring Family
Mengenal Masyarakat Belanda
Panduan Hemat Keliling Australia
malu bertanya (bisa) sesat pikiran
The Joy Luck Club; Perkumpulan Kebahagiaan dan Keberuntungan
Eurotrip: 15 Hari Jelajahi 5 Negara 9 Kota
Secret Princess
Panduan Hemat: Keliling Amsterdam, Brussel, Paris, Luxemburg & Trier
Detektif Conan Vol. 61
The Unbearable Lightness of Being
Manusia Ulang-Alik: Biografi Umar Kayam
Detektif Conan Spesial Vol. 35
Kota Antah Berantah
Rp2 Juta Keliling Thailand, Malaysia, & Singapura
Lukisan Hujan
Detektif Conan Vol. 60


Titish AK's favorite books »
}
Tuesday, August 09, 2011 @ 10:03 PM
Maen ke Leiden
Sebenarnya summer school ini akan lebih sempurna tanpa tugas dan ujian. Total ada 2 tugas dan 1 ujian akhir yang harus dilalui di sini. Untungnya tugas pertama bisa dibilang sangat menyenangkan: JALAN-JALAN! :D

You will be divided into groups of 3--4 students. With your group, visit one of the Dutch cities on the list below. Walk around the city centre and visit the museum. If possible, make pictures.

Dengan pilihan Alkmaar, Delft, Den Bosch, Enkhuizen, Rotterdam, Haarlem, dan Leiden, saya sudah tahu akan memilih apa ...


LEIDEN!

Masih ingat kan tentang doktrinasi dosen bahasa Belanda saya tentang mahasiswa Ilmu Budaya yang harus pernah menuntut ilmu sampai ke Utrecht dan Leiden? Berhubung sudah pernah merasakan sekolah di Utrecht, paling tidak saya harus menjejakkan kaki di Leiden. Saya ke sana bersama tiga orang lain: Nicola & Gabriella dari Italia (they're couple!) serta Emily dari Taiwan yang juga sekolah di USS bersama pacarnya (kelompok lain). Ckck, pacaran mereka edukatif sekali ya? :D

Friendly adalah kesan pertama yang saya dapat dari Leiden. Saya suka dengan tata kotanya yang meletakkan Visitor Centre persis di gedung sebelah pintu keluar Leiden Centraal Station. One day tripper seperti kami berempat jadi punya pedoman yang jelas harus ke mana begitu keluar dari stasiun kereta. Euh, saya malah tidak tahu di mana letak Visitor Centre Utrecht :|

peta antinyasar yang diambil dari Visitor Centre Leiden

Berhubung agak mendung, kami memutuskan untuk putar-putar kota dulu baru masuk ke museum (mumpung belum hujan). Pilihan yang tidak begitu tepat sebenarnya karena di museum terakhir saya hanya punya waktu sekitar satu setengah jam untuk berkeliling di sebuah museum buesar bertarif 9 Euro, hiks (every second counts!). Bangunan pertama yang kami kunjungi di sini adalah De Burcht, benteng yang dibangun di atas bukit buatan yang di masa sekarang digunakan sebagai gardu pandang ke penjuru Kota Leiden.

Pintu masuk De Burcht (leiden-omslag.blogspot.com)

Dari De Burcht kami berkeliling di sekitar Pieterskerk, Latin School (sekolahnya Rembrandt), dan The American Pilgrim Museum serta memasuki dua museum: Stedelijk Museum De Lakenhal dan Rijksmuseum van Oudheden.

Pieterskerk

Latin School

The American Pilgrim Museum

The Museums

Karena sedang banyak renovasi, masuk ke Stedelijk Museum De Lakenhal ini gratis (asyik!). Koleksinya kebanyakan lukisan-lukisan Rembrandt & murid-muridnya, serta sejarah Leiden dan tekstilnya. Di sini memotret koleksi museum sama sekali tidak diperbolehkan.

Stedelijk Museum De Lakenhal

Sedangkan untuk masuk Rijksmuseum van Oudheden saya harus membayar 9 Euro (yang sudah saya ceritakan tadi). Andaikan saya nggak kelupaan bawa student card sebenarnya bisa jadi bayar 5,5 Euro saja (argh!). Konon mahasiswa arkeologi malah bisa masuk gratis ke sini. Kenapa? Karena museum ini memang museumnya Universitas Leiden yang mengkhususkan diri pada arkeologi. Dengan satu setengah jam yang tersisa, jujur, susah sekali rasanya memperhatikan benar-benar kesemua koleksi dari Mesir, Roman, Yunani, Timur-Tengah, dan Belanda tempo doeloe yang buanyaak sekali itu. Yang saya suka dari museum ini adalah banyaknya media penunjang yang dapat ditemukan di pojok-pojok museum seperti ini ...

Boleh foto-foto, tapi tanpa flash

Selain mengunjungi museum saya juga mampir ke Universitas Leiden dan membeli beberapa souvenir di situ. Universitas Leiden merupakan universitas tertua di Belanda (1575). Konon setelah berhasil mengusir tentara Spanyol dari Leiden, rakyat Leiden diberi dua pilihan hadiah dari William van Oranje: dibebaskan dari pajak atau dibikinin universitas. Dan inilah pilihan rakyat Leiden ...

Leiden University - Academy Building :)

buying souvenirs = one step closer to be a Leiden University student :p

Dan tibalah saatnya kami harus pulang. Kami berempat setuju lebih suka Leiden daripada Utrecht :p Kotanya cantik, kecil, ke mana-mana terjangkau. Di sini burung juga kesannya lebih banyak. Sampai-sampai waktu jalan-jalan kami papasan dengan seseorang yang baru saja kejatuhan eek si burung. Ouchhh, kami nyaris kena.

Bye-bye, Leiden ....

Labels:

1 attention(s)
monthly archive

December 2006 January 2007 February 2007 March 2007 April 2007 May 2007 June 2007 July 2007 August 2007 September 2007 October 2007 November 2007 December 2007 January 2008 February 2008 April 2008 May 2008 June 2008 July 2008 August 2008 September 2008 October 2008 November 2008 January 2009 February 2009 March 2009 May 2009 June 2009 July 2009 August 2009 October 2009 December 2009 January 2010 February 2010 April 2010 May 2010 June 2010 July 2010 November 2010 February 2011 June 2011 July 2011 August 2011 September 2011 October 2011 November 2011
recent entries

Di Belanda dengan Jilbab di Kepala Hura-Hura dengan Makanan Indonesia Beneluxlaan Life Begins at the End of Your Comfort Zone Tanggal Sembilan Bulan Keenam Silam Bike to Eat #1: Mangut Lele Nasi Jaya Jangan Menulis Skripsi, Titish (Un)used Stamps PLN Mustajab De Koelies in Deli