make
every second
count
titish!

recently
Proofreading
Foucault's Pendulum
Umberto Eco
Reading
Darren Shan #4
Vampire Mountain

Darren Shan
Receiving
Colourful Bird
from: Republica Dominicana
Sending
World Cup Fever
to: Switzerland
Watching
The Artist
foot prints

paste html code

chatter box


Titish's bookshelf: read

Detektif Conan Vol. 62
Hai Miiko! 22
Filsafat Dunia Matematika: Pengantar untuk Memahami Konsep-konsep Matematika
Rp 2 Jutaan Keliling Vietnam dalam 15 Hari
SuperMiring Family
Mengenal Masyarakat Belanda
Panduan Hemat Keliling Australia
malu bertanya (bisa) sesat pikiran
The Joy Luck Club; Perkumpulan Kebahagiaan dan Keberuntungan
Eurotrip: 15 Hari Jelajahi 5 Negara 9 Kota
Secret Princess
Panduan Hemat: Keliling Amsterdam, Brussel, Paris, Luxemburg & Trier
Detektif Conan Vol. 61
The Unbearable Lightness of Being
Manusia Ulang-Alik: Biografi Umar Kayam
Detektif Conan Spesial Vol. 35
Kota Antah Berantah
Rp2 Juta Keliling Thailand, Malaysia, & Singapura
Lukisan Hujan
Detektif Conan Vol. 60


Titish AK's favorite books »
}
Friday, July 08, 2011 @ 11:19 AM
Jangan Menulis Skripsi, Titish
Homer's Brain: Don't you get it? You've gotta use reverse psychology.
Homer: That sounds too complicated.
Homer's Brain: OK, don't use reverse psychology.
Homer: All right, I will!

(The Simpsons)

Ketika pada 2011 ini saya kepikiran melanjutkan novel saya yang terbit pada 2007, pertanyaan besar yang terlintas di pikiran saya adalah: ada yang mau baca nggak ya? EMPAT TAHUN sepertinya bukan waktu yang ideal untuk selisih penerbitan sebuah sekuel. Keburu basi, euy! Apalagi ini novel remaja yang pembaca novel pertamanya sudah tidak remaja lagi setelah empat tahun :D Saya sendiri juga tidak menyangka kalau saya BENERAN bisa kepikiran untuk melanjutkan novel ini. Meskipun selama empat tahun ini cukup banyak yang ngoyak2 menagih novel itu dilanjutkan, jujur saya tidak terlalu menggubris permintaan2 itu :p Saya bukan tipe penulis yang bisa dipaksa untuk menulis. Pada dasarnya saya memang nggak suka disuruh dan didikte deng. Saya jenis manusia yang seringnya mempan sama reverse psychology :p


Saya selalu iri kepada teman-teman saya yang "bisa dipaksa" dan oleh karenanya sangat produktif dalam menulis. Si ini rajin ikut lomba karya tulis, si itu TL-nya penuh sama proyek nulis keroyokan. Dengan tema lomba dan proyek nulis yang macem2 itu, kok mereka bisa tho yaa MEMULAI dan MENYELESAIKAN tulisan2 itu. Bagi saya mereka jenis penulis yang tahan banting, fleksibel dengan tema apa pun yang diberikan kepada mereka, not too picky like me :(

Soal pilih2 dalam menulis ini saya pernah kena batunya sewaktu mengambil mata kuliah Menulis Kreatif. Tugas menulis diberikan dengan tema yang berganti-ganti setiap minggunya. Pada minggu pertama saya bisa menghasilkan tulisan terbaik karena memang tugas yang diberikan saya anggap menarik, tetapi beberapa minggu setelahnya bisa jadi saya gagal menghasilkan tulisan yang baik karena mengerjakan tugas itu pun saya tidak x( Walhasil nilai mata kuliah Menulis Kreatif saya ambyar :-S

Oh, dan pengalaman tentang Kompetiblog TAHUN LALU tentunya harus disinggung dalam hal "menulis paksa" ini. Lho, kok, tahun lalu? Menjadi pemenang untuk tahun ini bukan berarti saya tahu tentang Kompetiblog ini juga baru tahun ini. Berarti tahun lalu menjadi peserta juga dan gagal ya? Nggak juga. Meskipun ke Belanda sudah menjadi impian saya bertahun-tahun, ketika tahun lalu saya mendengar ada kesempatan untuk mewujudkan mimpi itu, saya bergeming. Saya tidak mengatakan tema tahun lalu tidak menarik, saya hanya merasa dengan tema itu saya tidak akan menghasilkan tulisan maksimal yang bisa mengantarkan saya ke Belanda. Jadi Kompetiblog 2010 saya biarkan lewat, tanpa saya mencoba untuk mengikutinya. Kenapa nggak dicoba dulu? Dibilang saya nggak bisa dipaksa untuk nulis! Huhuhuh :-S Lagian Juli--Agustus saya sedang KKN juga :)


Menulis tentang profil pemenang Kompetiblog 2011 bikin saya mengingat2 sepak-terjang saya dalam menulis. Rasanya saya semacam hidup dari menulis, tapi begitu diingat2 lagi kok ternyata tulisan saya sedikit ya, hahaha ... Dan ketika saya pikirkan lagi alasannya, saya tahu kenapa: Saya hanya mengikuti lomba-lomba menulis yang saya yakini saya bisa maksimal di situ, saya cuma siap menang, saya tidak cukup berani untuk belajar dan mencoba ...

Saya takut gagal.

Bulan September ini ada deadline lomba menulis cerpen dengan hadiah menggiurkan dan sekarang saya tidak punya ide di kepala sama sekali. Saya yang dulu akan segera melupakan lomba itu dan saya yang sekarang akan mengatur waktu untuk MENCARI ide itu :)

P.S. image taken from here and here

Labels:

2 attention(s)
monthly archive

December 2006 January 2007 February 2007 March 2007 April 2007 May 2007 June 2007 July 2007 August 2007 September 2007 October 2007 November 2007 December 2007 January 2008 February 2008 April 2008 May 2008 June 2008 July 2008 August 2008 September 2008 October 2008 November 2008 January 2009 February 2009 March 2009 May 2009 June 2009 July 2009 August 2009 October 2009 December 2009 January 2010 February 2010 April 2010 May 2010 June 2010 July 2010 November 2010 February 2011 June 2011 July 2011 August 2011 September 2011 October 2011 November 2011 February 2012 March 2012
recent entries

(Un)used Stamps PLN Mustajab De Koelies in Deli Stars in A Jar Layar Tancep Tolok Ukur Sayang Quitter Hello, World! Kandangsari Titish for President!