|
make
every second
count
|
titish! |
recently
Proofreading
Foucault's Pendulum Umberto Eco Reading Darren Shan #4 Vampire Mountain Darren Shan Receiving Colourful Bird from: Republica Dominicana Sending World Cup Fever to: Switzerland Watching The Artist |
foot prints |
chatter box |
Friday, July 08, 2011 @ 11:19 AMJangan Menulis Skripsi, Titish
Homer's Brain: Don't you get it? You've gotta use reverse psychology. Ketika pada 2011 ini saya kepikiran melanjutkan novel saya yang terbit pada 2007, pertanyaan besar yang terlintas di pikiran saya adalah: ada yang mau baca nggak ya? EMPAT TAHUN sepertinya bukan waktu yang ideal untuk selisih penerbitan sebuah sekuel. Keburu basi, euy! Apalagi ini novel remaja yang pembaca novel pertamanya sudah tidak remaja lagi setelah empat tahun :D Saya sendiri juga tidak menyangka kalau saya BENERAN bisa kepikiran untuk melanjutkan novel ini. Meskipun selama empat tahun ini cukup banyak yang ngoyak2 menagih novel itu dilanjutkan, jujur saya tidak terlalu menggubris permintaan2 itu :p Saya bukan tipe penulis yang bisa dipaksa untuk menulis. Pada dasarnya saya memang nggak suka disuruh dan didikte deng. Saya jenis manusia yang seringnya mempan sama reverse psychology :p Saya selalu iri kepada teman-teman saya yang "bisa dipaksa" dan oleh karenanya sangat produktif dalam menulis. Si ini rajin ikut lomba karya tulis, si itu TL-nya penuh sama proyek nulis keroyokan. Dengan tema lomba dan proyek nulis yang macem2 itu, kok mereka bisa tho yaa MEMULAI dan MENYELESAIKAN tulisan2 itu. Bagi saya mereka jenis penulis yang tahan banting, fleksibel dengan tema apa pun yang diberikan kepada mereka, not too picky like me :( Soal pilih2 dalam menulis ini saya pernah kena batunya sewaktu mengambil mata kuliah Menulis Kreatif. Tugas menulis diberikan dengan tema yang berganti-ganti setiap minggunya. Pada minggu pertama saya bisa menghasilkan tulisan terbaik karena memang tugas yang diberikan saya anggap menarik, tetapi beberapa minggu setelahnya bisa jadi saya gagal menghasilkan tulisan yang baik karena mengerjakan tugas itu pun saya tidak x( Walhasil nilai mata kuliah Menulis Kreatif saya ambyar :-S Oh, dan pengalaman tentang Kompetiblog TAHUN LALU tentunya harus disinggung dalam hal "menulis paksa" ini. Lho, kok, tahun lalu? Menjadi pemenang untuk tahun ini bukan berarti saya tahu tentang Kompetiblog ini juga baru tahun ini. Berarti tahun lalu menjadi peserta juga dan gagal ya? Nggak juga. Meskipun ke Belanda sudah menjadi impian saya bertahun-tahun, ketika tahun lalu saya mendengar ada kesempatan untuk mewujudkan mimpi itu, saya bergeming. Saya tidak mengatakan tema tahun lalu tidak menarik, saya hanya merasa dengan tema itu saya tidak akan menghasilkan tulisan maksimal yang bisa mengantarkan saya ke Belanda. Jadi Kompetiblog 2010 saya biarkan lewat, tanpa saya mencoba untuk mengikutinya. Kenapa nggak dicoba dulu? Dibilang saya nggak bisa dipaksa untuk nulis! Huhuhuh :-S Lagian Juli--Agustus saya sedang KKN juga :) Menulis tentang profil pemenang Kompetiblog 2011 bikin saya mengingat2 sepak-terjang saya dalam menulis. Rasanya saya semacam hidup dari menulis, tapi begitu diingat2 lagi kok ternyata tulisan saya sedikit ya, hahaha ... Dan ketika saya pikirkan lagi alasannya, saya tahu kenapa: Saya hanya mengikuti lomba-lomba menulis yang saya yakini saya bisa maksimal di situ, saya cuma siap menang, saya tidak cukup berani untuk belajar dan mencoba ... Saya takut gagal. Bulan September ini ada deadline lomba menulis cerpen dengan hadiah menggiurkan dan sekarang saya tidak punya ide di kepala sama sekali. Saya yang dulu akan segera melupakan lomba itu dan saya yang sekarang akan mengatur waktu untuk MENCARI ide itu :) Labels: ~^nuliz2^~ |
|
monthly archive |
|
recent entries(Un)used Stamps PLN Mustajab De Koelies in Deli Stars in A Jar Layar Tancep Tolok Ukur Sayang Quitter Hello, World! Kandangsari Titish for President! |