make
every second
count
titish!

recently
Proofreading
Foucault's Pendulum
Umberto Eco
Reading
Darren Shan #4
Vampire Mountain

Darren Shan
Receiving
Colourful Bird
from: Republica Dominicana
Sending
World Cup Fever
to: Switzerland
Watching
The Artist
foot prints

paste html code

chatter box


Titish's bookshelf: read

Detektif Conan Vol. 62
Hai Miiko! 22
Filsafat Dunia Matematika: Pengantar untuk Memahami Konsep-konsep Matematika
Rp 2 Jutaan Keliling Vietnam dalam 15 Hari
SuperMiring Family
Mengenal Masyarakat Belanda
Panduan Hemat Keliling Australia
malu bertanya (bisa) sesat pikiran
The Joy Luck Club; Perkumpulan Kebahagiaan dan Keberuntungan
Eurotrip: 15 Hari Jelajahi 5 Negara 9 Kota
Secret Princess
Panduan Hemat: Keliling Amsterdam, Brussel, Paris, Luxemburg & Trier
Detektif Conan Vol. 61
The Unbearable Lightness of Being
Manusia Ulang-Alik: Biografi Umar Kayam
Detektif Conan Spesial Vol. 35
Kota Antah Berantah
Rp2 Juta Keliling Thailand, Malaysia, & Singapura
Lukisan Hujan
Detektif Conan Vol. 60


Titish AK's favorite books »
}
Thursday, October 20, 2011 @ 4:04 PM
DK #1: Kedai Kebun Restaurant
Dalam rangka menyambut kedatangan pacar, saya sudah mengumpulkan beberapa kupon makan yang saya beli dari layanan social buying semacam DealKeren dan MbakDiskon. Kupon yang saya kumpulkan tentunya kupon yang masih berlaku ketika si pacar berada di sini. Sejauh ini sih sudah terkumpul kupon-kupon dari 6 rumah makan. Jumlah ini jelas masih akan bertambah karena setiap minggunya selalu ada deal baru sementara si pacar masih pulang sekitar 7 minggu lagi. *Urusan gendut dipikir belakangan :p* Keburu kelaparan menunggu si pacar yang tak kunjung datang, akhirnya saya kemarin memutuskan untuk menggunakan beberapa kupon dulu. Berhubung kupon terbanyak yang saya beli adalah kupon dari Kedai Kebun Restaurant (4 kupon), ke sanalah saya memanfaatkan 2 kupon dengan mengajak pacar cadangan saya yang di sini, lolz. Dua kupon lainnya saya sisakan untuk dinikmati bersama si pacar asli :D

Kedai Kebun Restaurant, Jl. Tirtodipuran 3

Kedai Kebun terletak di daerah Tirtodipuran, sejalan dengan K'Meals dan dekat dengan kawasan Prawirotaman, tempat ViaVia dan rumah makan berharga wow lainnya berada. Kawasan ini memang terkenal dengan tempat home stay para bule sehingga harga makanannya ya-gitu-deh. Ini bukan kali pertama saya mengunjungi Kedai Kebun. Bertahun-tahun lalu saya pernah ke sini bersama teman-teman SMA untuk menonton pertunjukan tari yang dipanitiai oleh pacar salah satu teman. Meski sekarang sudah menjadi mantan pacar, mereka tetap berhubungan baik karena harus tinggal serumah. Yap, mereka sudah menikah :D *Ini kenapa malah jadi nggosipin temen -_-"* Anyways, Kedai Kebun Restaurant ini memang semacam teras dikelilingi tanaman yang menempel pada rumah yang diperuntukkan untuk pertunjukan kesenian dan ruang pameran. Sesuai dengan ketentuan penggunaan kupon, sebelumnya saya telah melakukan reservasi untuk lunch date di sana. Siang itu kami berdua mengambil tempat di lantai atas dan menjadi tambahan dari seumprit pengunjung pribumi di situ. Setelah cukup lama membolak-balik buku menu sambil mengawang-awang harga total agar tidak jauh meleset dari nilai 2 kupon yang saya kantongi (30 ribu/kupon), saya akhirnya memesan menu-menu berikut:

dadar udang (28.000)

es cokelat (13.000)
Sementara teman kencan saya memesan:

mi goreng (20.500)

lime ginger honey (12.500) berlatar belakang si teman kencan

Ditambah dengan cemilan untuk berdua berupa:

bitterballen (14.000/5pcs), yang satu sudah masuk perut

Sewaktu memesan dadar udang, saya ditawari mau pake nasi atau nggak dan saya bilang 'nggak'-nya kayaknya agak lebay deh (Yes, I'm on diet), si bule di sebelah sampai nengok. Meski sok lagi diet, godaan es cokelat tetap tidak tertahankan. Jogja panasnya ngentang-ngentang, cing! Dadar udangnya enak karena ada udangnya (zzz), mi gorengnya juga enak (--> komentar dari seseorang yang bukan penggemar mi), sementara bitterballen-nya rasanya sama persis kayak kroket. Nggak ngerti deh harusnya bitterballen rasanya kayak gimana. Saya sempat ngicipin bitterballen asli sewaktu di Den Haag sana, tapi rasanya kayak apa sudah menghilang dari memori kepala +_+

Setelah puas makan dan nggosipin topik yang sangat bermutu (baca: skripsi) tibalah saatnya membayar di lantai bawah. Total makan siang kami kali itu adalah 88.000 dikurangi nilai 2 kupon sehingga kurang 28.000. Si teman kencan berinisiatif nomboki 20.000 sehingga saya seharusnya tinggal mengeluarkan 8.000 saja. Digunakan kata 'seharusnya' karena ... di dekat kasir ada kartu pos yang dijual doongggg. Harusnya saya nggak heran kalau restoran yang juga tempat pameran dan pertunjukan seperti Kedai Kebun juga menjual kartu pos sehingga ada antisipasi terhadap godaan kartu pos yang ngawe-ngawe minta dibeli. Berhubung kartu-kartu itu begitu lihai menggoda, saya akhirnya menyambar tiga seri kartu pos pameran yang masing masing dijual seharga 30.000, 15.000, dan 3.500. Penggunaan kupon diskonan pun akhirnya terbukti gagal mendukung program pengiritan +_+

Sampai jumpa di wisata kuliner diskonan selanjutnya, yang semoga sudah bersama pacar :)

Labels:

1 attention(s)
monthly archive

December 2006 January 2007 February 2007 March 2007 April 2007 May 2007 June 2007 July 2007 August 2007 September 2007 October 2007 November 2007 December 2007 January 2008 February 2008 April 2008 May 2008 June 2008 July 2008 August 2008 September 2008 October 2008 November 2008 January 2009 February 2009 March 2009 May 2009 June 2009 July 2009 August 2009 October 2009 December 2009 January 2010 February 2010 April 2010 May 2010 June 2010 July 2010 November 2010 February 2011 June 2011 July 2011 August 2011 September 2011 October 2011 November 2011 February 2012 March 2012
recent entries

Leaving Paris: Save The Worst for The Last Eiffel, I Miss Him Paris Day 2: Summer Sesummer-Summernya Paris Day 1: Honeymoon with My Summer School Partn... There's A Conspiracy Against Me in Brussels USS'11 - C 43 I Wanna Be A Kangaroo with You Always in My Pouch Fun Facts about Utrecht (1): Rietveld Schröder Hou... Doa Itu Harus Eksplisit Maen ke Leiden