make
every second
count
titish!

recently
Proofreading
Foucault's Pendulum
Umberto Eco
Reading
Darren Shan #6
The Vampire Prince

Darren Shan
Receiving
Vintage City
from: Russia
Sending
Happy Family
to: Netherlands
Watching
The Artist
foot prints

paste html code

chatter box


Titish's bookshelf: read

Detektif Conan Vol. 62
Hai Miiko! 22
Filsafat Dunia Matematika: Pengantar untuk Memahami Konsep-konsep Matematika
Rp 2 Jutaan Keliling Vietnam dalam 15 Hari
SuperMiring Family
Mengenal Masyarakat Belanda
Panduan Hemat Keliling Australia
malu bertanya (bisa) sesat pikiran
The Joy Luck Club; Perkumpulan Kebahagiaan dan Keberuntungan
Eurotrip: 15 Hari Jelajahi 5 Negara 9 Kota
Secret Princess
Panduan Hemat: Keliling Amsterdam, Brussel, Paris, Luxemburg & Trier
Detektif Conan Vol. 61
The Unbearable Lightness of Being
Manusia Ulang-Alik: Biografi Umar Kayam
Detektif Conan Spesial Vol. 35
Kota Antah Berantah
Rp2 Juta Keliling Thailand, Malaysia, & Singapura
Lukisan Hujan
Detektif Conan Vol. 60


Titish AK's favorite books »
}
Wednesday, August 10, 2011 @ 6:32 AM
I Wanna Be A Kangaroo with You Always in My Pouch
Sewaktu di tulisan ini saya menyinggung-nyinggung masalah 'beberapa teman yang bete setiap hari karena cuma bisa ketemu pacar sekitar setahun sekali', sebenarnya itu saya ngomongin diri saya sendiri, hihi ... Tidak seperti Gabriella yang bisa menikmati kota-kota cantik ini dengan Nicola, ataupun Emily yang bisa berbagi payung dengan Hank menyusuri jalanan di pinggir kanal dengan romantisnya, sedihnya si pacar tidak ada di sekeliling saya. Faktanya dia berada 16.658 km jauhnya.


Pada awalnya saya pikir jarak tidak akan jadi masalah karena toh sebelum saya ke sini dia sudah berada 5.091 km jauhnya dari saya. Nambah 11.567 km tidak akan terlalu signifikan, dia sama-sama tidak bisa dipegang :p Tapi rupanya hambatan lain bisa dibilang sangat menyusahkan: time zone


Tidak seperti Sydney--Djogdja yang selisih waktunya masih cenderung bisa diikuti (3 jam), selisih waktu 8 jam antara Sydney--Utrecht ini benar-benar sungguh amat sangat memusingkan sekali x( Dia bangun saya baru mau tidur. Saya bangun dia sedang sekolah. Dia selesai sekolah saya baru mau sekolah. Saya selesai sekolah? Sudah waktunya dia tidur lagi. Argh, hari-hari pertama di sini saya sampai stres karena tidak bisa bertemu dengannya di dunia maya. Sampai-sampai rungon-rungon saya di sini tiap hari adalah lagunya Simple Plan - Jet Lag saking menghayatinya :D

Tryin' to figure out the time zones makin' me crazy. You say good morning when it's midnight ... I miss you so bad, I wanna share your horizon and see the same sunrising. I miss you so bad, turn the hour hand back to when you were holding me.

Beberapa hari saya di sini kami mulai mencari cara: meluangkan waktu untuk janjian online, nggak boleh ngilang dan sering-sering kasih kabar melalui media apa pun, mulai dari sms, telepon, blog, facebook, twitter, Y!M, skype, sampai media jadul nan romantis seperti ini ...


Supaya nggak bete, lagi-lagi setiap hari saya meyakinkan diri sendiri bahwa: apapun kesusahan dan pengorbanan itu cuma kecil dibandingkan dengan sesuatu yang lebih besar yang sedang sama-sama kami perjuangkan :) Jadi buat kalian yang pengen sekolah jauh tapi enggan meninggalkan pacar, rasanya cinta dan pendidikan itu bukan sesuatu yang saling meniadakan kok. Itu bukan pilihan, kamu bisa dapatkan keduanya! ;)

Saya ngomong gini entah deh si pacar setuju atau nggak, lolz ...

***

Dedicated to Dhamar Haryadi: (1) teman yang memberi tahu pertama kali tentang adanya kompetiblog ini, (2) tetangga yang meminjami buku Barry Farber yang menjadi referensi pembuatan artikel yang memenangkan saya ke sini, (3) sahabat yang menjadi pembaca pertama ketika artikel tersebut sudah jadi, dan (4) pacar yang mentraktiri kereta Amsterdam--Brussel--Paris--Amsterdam yang akan mulai saya gunakan untuk wira-wiri mulai Sabtu nanti.

Dengan kata lain orang yang sudah sangat berjasa membuat perjalanan ke Eropa ini menjadi nyata :) Makasih ya, Tot! :*

Missing someone gets easier every day because even though you are one day further from the last time you saw them, you are one day closer to the next time you will.

Sekian dulu curhatannya, saya mau mbrambangi dulu x')

Labels: ,

2 attention(s)
monthly archive

December 2006 January 2007 February 2007 March 2007 April 2007 May 2007 June 2007 July 2007 August 2007 September 2007 October 2007 November 2007 December 2007 January 2008 February 2008 April 2008 May 2008 June 2008 July 2008 August 2008 September 2008 October 2008 November 2008 January 2009 February 2009 March 2009 May 2009 June 2009 July 2009 August 2009 October 2009 December 2009 January 2010 February 2010 April 2010 May 2010 June 2010 July 2010 November 2010 February 2011 June 2011 July 2011 August 2011 September 2011 October 2011 November 2011 February 2012 March 2012
recent entries

Fun Facts about Utrecht (1): Rietveld Schröder Hou... Doa Itu Harus Eksplisit Maen ke Leiden Di Belanda dengan Jilbab di Kepala Hura-Hura dengan Makanan Indonesia Beneluxlaan Life Begins at the End of Your Comfort Zone Tanggal Sembilan Bulan Keenam Silam Bike to Eat #1: Mangut Lele Nasi Jaya Jangan Menulis Skripsi, Titish